Batas

Mereka bilang tertawa itu tanda dari kebahagiaan..
Sedangkan menangis merupakan tanda dari kesedihan..
Bagaimana jika seseorang tertawa sampai berderai air matanya?
Apakah itu tawa dari kebahagiaan yang amat sangat?
ataukah tawa untuk menyembunyikan kesedihan yang amat sangat?

(ctr)

Si Gadis Kecil

Ini adalah cerita tentang seorang gadis kecil. Gadis kecil ini bisa siapa saja. Bisa kamu, temanmu, sahabat, saudara, bahkan bisa saja gadis kecil ini musuhmu. Atau mungkin si gadis kecil adalah bagian dari dirimu.

Dari segi fisik, gadis kecil ini tidak memiliki sesuatu yang istimewa. Ia tidak cantik, tapi tidak juga jelek. Hidungnya tidak mancung, tapi tidak juga pesek. Matanya tidak besar, tapi tidak juga kecil. Dan terkadang, sepasang mata itu memandang penuh rasa ingin tahu. Pipi si gadis kecil agak tembam. Ia juga memiliki bibir yang agak tebal. Postur tubuh gadis kecil tidak gemuk, tapi tidak juga kurus. Orang sering menyebutnya berbadan 'padat'. Iapun tidak tinggi tapi juga tidak pendek. Kulit si gadis kecil sawo matang seperti orang Indonesia pada umumnya. Jika kita melihatnya dikerumunan, ia tidak akan langsung menarik perhatian.

Seperti gadis kecil lainnya, ia senang bermain. Ia terlihat ceria diantara teman - temannya yang ceria bermain. kalau ada temannya yang murung, ia akan menaruh perhatian pada temannya kemudian bertanya, "kamu kenapa?" Gadis kecil ingin, ketika bermain semua temannya ceria dan gembira.

Suatu hari, gadis kecil terlihat duduk sendirian di bawah rindangnya pohon. Ia hanya memperhatikan teman - temannya yang sedang bermain. Sesekali tangannya memungut dan memainkan biji-bijian yang jatuh dari pohon yang menaunginya. Lalu datanglah seorang teman yang tadi sedang asik bermain. Ia bertanya pada si gadis kecil "kamu kenapa? kok sendirian duduk di sini?"
"nggak apa-apa kok, cuma pengen duduk aja." jawab gadis kecil itu sambil tersenyum.
"tapi kan lebih seru kalau kita main bareng-bareng. sebenernya ada apa sih?" tanya teman si gadis kecil.
Lagi-lagi gadis kecil tersenyum,"beneran ga apa-apa.." kata si gadis kecil.
"ya udah kalo gitu. aku kesana lagi yaa.." kata teman si gadis kecil.
"iya.." jawab si gadis kecil.

Gadis kecilpun memperhatikan kepergian temannya sambil tersenyum. Dalam hatinya juga tersimpan sebuah kebahagiaan. Ia bahagia melihat teman-temannya gembira. Ia duduk sendiri bukan berarti marah atau merajuk. Ia hanya membutuhkan waktu untuk menikmati dan menyimpan kebahagiaan yang Ia rasakan.(ctr)

Perenungan Cinta

cinta itu bukan bahagia,
karena terkadang kita sedih akibat cinta

cinta itu bukan harapan,
karena seringkali cinta membuat kecewa

cinta itu bukan egois,
karena cinta butuh pengorbanan

cinta itu bukan kelemahan,
karena cinta bisa memberi kekuatan

cinta itu bukan memiliki,
karena tanpa memilikipun bisa tetap cinta

lalu apa itu cinta?

cinta itu CINTA
sesederhana itu....



*untuk kamu yang sedang mencari, merasakan dan mempertanyakan cinta.....

(ctr)

Definisi Kuat

sebenarnya apa definisi dari kuat?

kuat itu jika bisa mengangkat beban yang berat..
benarkah?
apa kuat itu melulu fisik??

kuat itu tegar menerima segala masalah..
benarkah?
apa hanya menerima??

kuat itu tahan menghadapi segala masalah..
benarkah?
apa tahan menghadapi itu kuat??


kuat itu berani menantang masalah..
benarkah?
apa keberanian itu cukup kuat??

kuat itu jika berhasil menyelesaikan masalah..
benarkah?
apa bisa itu disebut kuat??

kalau begitu, kuat itu jika kita dapat menerima, menghadapi, menantang, dan menyelesaikan masalah..
benarkah?
(ctr)

RASA

sakit..
sesak..
terpukul..
bingung..

kesal..
marah..
dendam..

pasrah..
menerima..
tidak peduli..

bagaimana bisa semua rasa itu ada dalam satu waktu..

(ctr)

April Mop dan Sejarahnya

Sejarah April Mop sampai sekarang masih simpang siur. Beberapa negara di dunia punya versi April Mop sendiri-sendiri. Berikut diuraikan beberapa di antaranya:
April Mop di Perancis sudah dikenal sejak tahun 1582 pada masa pemerintahan Raja Charles IX. Masa itu, Paus Gregory XIII merubah penanggalan kalender yang semula 1 tahun hanya terdiri dari 10 bulan menjadi 12 bulan seperti penanggalan kalender Masehi sekarang. Dengan demikian perayaan Tahun Baru, yang semula dirayakan mulai tanggal 25 Maret yang berlangsung selama seminggu hingga puncaknya pada 1 April, dimajukan ke tanggal 1 Januari. Namun sejumlah masyarakat tidak menyetujui perubahan ini dan mereka terus melanjutkan perayaan “Tahun Barunya” pada tanggal 1 April. Perilaku mereka ini ditertawakan oleh sejumlah masyarakat lainnya yang meledek mereka dengan cara memberikan lelucon undangan palsu yang beralamat palsu pula.
Korban dari lelucon April Mop dikenal juga sebagai “Poisson d’Avril” atau ikan April di mana istilah ini diambil dari pergerakan Matahari yang meninggalkan zodiak Pisces (zodiak Pisces berlambang ikan dan berada di kisaran tanggal 20 Februari – 20 Maret). Bahkan, Kaisar Napoleon I sempat dijuluki “Poisson d’Avril” oleh rakyatnya saat ia menikahi Putri Marie Louise dari Austria pada 1 April 1810. Orang-orang Perancis terus bertingkah aneh saat memasuki tanggal 1 April dan menjadikannya sebuah tradisi tahunan. Barulah pada 1782, menurut versi Perancis, tradisi itu ditiru oleh orang Inggris yang kemudian mempopulerkannya ke seluruh dunia.
Spanyol merayakan April Mop pada tanggal 28 Desember yang disebut Dia de los Santos Inocentes artinya hari anak tak bersalah sampai pemerintahan Spanyol mengeluarkan undang-undang baru agar tanggal 28 desember 1978 diundur sehari supaya tidak dijadikan bahan tertawan atau dianggap sebagai lelucon.
Seorang profesor dari Boston University, Joseph Boskin, punya versi sendiri tentang April Mop. Menurutnya, ide April Mop digagas oleh para pelawak Kerajaan Romawi pada masa pemerintahan Raja Constantin I di abad ketiga sampai keempat Sesudah Masehi. Konon pada suatu ketika, para pelawak kerajaan ini mengajukan petisi kepada Raja untuk mengizinkan mereka menjadi raja hanya untuk sehari saja. Tak disangka, Raja menyetujui petisi ini dan mengangkat salah satu pelawaknya yang bernama Jeter untuk menjadi Raja Sehari pada tanggal 1 April. Setelah naik tahta, Raja Jeter kemudian menetapkan tanggal 1 April sebagai hari kemustahilan. Maka sejak itulah, menurut Profesor Boskin, orang mulai mengenal April Mop.
Sumber: http://artikelindonesia.com/april-mop-dan-sejarahnya.html

Satu Pengalaman yang Membuat Bersyukur

Tulisan tentang "Budaya Kekerasan di Kalangan Pelajar" adalah tugas mata kuliah wawancara saya. Ketika melakukan wawancara sebenarnya tidak sulit, karena bisa dibilang ini bukan hal baru buat saya. Ketika masih kuliah D3 di Kampus Tercinta Terdahulu saya sudah sering melakukan wawancara, sebagian besar merupakan tugas kuliah. Namun, tugas wawancara saya kali ini membuat saya pontang panting. hal ini karena birokrasi yang menyulitkan dan kurangnya kerjasama dari beberapa pihak.

Pertama adalah dari dosen yang mengajar saya. Ia meminta saya mencari seorang ilmuan sebagai narasumber. menurut pengertian dia, ilmuan adalah orang yang bekerja sebagai peneliti di LIPI atau dosen. Hal ini berarti saya harus mencari seorang dosen untuk diwawancarai. Mulanya saya pikir tidak sulit, karena di kampus saya terdapat banyak sekali fakultas yang artinya ada banyak stok dosen untuk saya wawancarai. Nah muculah masalah kedua, yaitu fakultas yang saya cari kampusnya bukan di Bandung, tetapi di daerah yang bisa dicapai dengan menghabiskan waktu satu setengah jam perjalanan. Hal ini berarti saya harus menyediakan satu hari khusus untuk ke sana. Masalah inipun terselesaikan.

Ketika sampai ke tempat tujuan, muncul masalah berikutnya, yaitu tidak ada dosen yang bersedia meluangkan waktu untuk diwawancarai. Padahal saya adalah mahasiswa dari universitas itu!!!! Saya juga mendapatkan contact person beberapa orang dosen dari seorang kenalan, namun hasilnya sama saja. tidak ada yang bersedia. Bahkan ketika saya menanyakan kepada sekertariat jurusan dari fakultas yang saya kunjungi itu, orang sekertariat mengatakan bahwa saya harus menulis surat dulu ke rektor/dekan, baru bisa diproses. Sudah jadi rahasia umum bahwa proses surat menyurat di Indonesia sangat lama, bisa memakan waktu satu minggu atau bahkan dua minggu, padahal waktu saya hanya tinggal beberapa hari.

Teman seperjuangan saya kemudian menyarankan untuk mencari narasumber dari Kampus Tercinta Terdahulu. Kamipun mendapatkan beberapa nama serta contact person dari beberapa teman. setelah menghubungi beberapa orang, akhirnya ada dosen yang bersedia diwawancarai. Saya sangat bersyukur dengan hal ini.

Kejadian ini membuat saya makin menyadari betapa beruntungnya saya menjadi alumni Kampus Tercinta Terdahulu. Kampus Tercinta Terdahulu tidak mempersulit ketika saya membutuhkan bantuan. Sementara kampus saya saat ini selalu membuat segala sesuatunya sulit. Sangat mengecewakan!!!(ctr)